Posted by: ukirankatakatadean on: Mei 20, 2009
Beberapa hari kebelakang, saya berkesempatan untuk mengontrol beberapa kegiatan di organisasi saya. Jobdesc saya yang mengharuskan saya untuk melakukan controlling terhadap beberapa kegiatan. Memang bulan ini sedang banyak-banyaknya kegiatan yang harus dilangsungkan.
Singkat kata, saya masuk ke dalam panitia kegiatan olahraga fakultas. Saya masuk kedalam kepanitiaan tersebut sebagai steering committe. Agak terlambat memang karena kegiatannya tinggal sebulan lagi, mana tingkatnya itu kegiatan fakultas. Tapi dalam kamus hidup saya tidak ada kata terlambat. Sang ketua panitia merupakan teman saya sejak tingkat satu (sekarang saya tingkat dua), jadi agak mudah mengontrolnya dikarenakan sudah cukup mengenal.
Suatu hari, saya diundang ke rapat pimpinan. Saya menganalisis keadaan rapat tersebut. Saya dapat kesimpulan bahwa keadaan pimpinan di kegiatan ini butuh semangat. Ya iya lah ! Gimana gak butuh semangat? Kegiatan tinggal sebulan lagi, eh dana belum ada yang masuk. Wah repot !!
This is my style. Diakhir rapat, saya memberikan semua teknis jika rentang waktu pelaksanaan kegiatan tinggal sebulan lagi. Saya memberikan instruksi agar semua divisi membuat rencana anggaran lain yaitu rencana anggaran minimum agar acara ini dapat tetap bisa berlangsung dengan lancar walaupun tidak “wah”. Semuanya saya sampaikan dengan gaya “khas” saya. Ceria, tertawa, simpel, penuh humor dan sedikit lebay (walaupun menurut mereka lebay-nya tidak sedikit) ditambah dengan teknis menjaga agar staff kkita tidak turun semangatnya. Senyum dan ceria ! Itu yang saya sampaikan kepada mereka dengan harapan semua kesulitan yang ada dalam penyelenggarakan kegiatan ini dapat mereka hadapi dengan santai dan dapat berpikir tenang. Saya menambahkan dengan gerakan-gerakan yang atraktif (ciri gw banget ! hehe…) dan ekspresi muka yang mantap !!
Hasilnya? Mereka lebih semangat lagi dan sejenak bisa melupakan semua beban yang membelenggu selama ini. Mereka bisa tersenyum, tertawa dan becanda lagi di akhir rapat. Padahal di awal rapat beuh! Boro-boro senyum, mesem aja susah ! Mungkin karena mereka terlalu memikirkan masalah tanpa memberikan sedikit ruang bagi hati mereka untuk mendapatkan sedikit hiburan minimal dengan tertawa sejenak. Saya berusaha untuk memberikan semua energy “keceriaan” yang saya punya kepada mereka. Dan berhasil !!
Setelah rapat, sang ketua panitia menghampiri saya yang masih cengengesan dengan kepala-kepala divisi lainnya. Setelah urusan dengan kepala divisi lainnya selesai, saya ngobrol dengan teman saya ini.
Dia bertanya, “yan , kok lo bisa sih kayak gitu, gw udah nyoba dari kemaren buat nyemangatin mereka tapi gak bisa-bisa. Lo dapet kemampuan kayak gitu darimana?”. Saya menjawab “ dari pengalaman bro ! Semakin banyak pengalaman berinteraksi dengan orang banyak, makin mahir juga kita mainin emosi mereka”. Teman saya berkata lagi “ gw pengen loh bisa kayak lo yan, tapi gimana caranya ya?”. Saya menjawab dengan santai “just find your voice and sing it loudly”.
Kisah diatas mungkin sering terjadi di kehidupan kita. Terkadang ada seseorang yang dengan instan ingin menjadi seseorang sehingga bisa sama persis dengan orang itu. JIPLAK ABIS ! mungkin itu kata gaul –nya. Ada tipe orang yang jika ia tidak bisa diterima oleh orang-orang yang dipimpinnya maka ia akan mencari orang yang bisa diterima dan serta merta menjiplak langsung gaya kepemimpinannya. Ini salah ! Karena apa? Sejarah membuktikan bahwa jika ada orang berusaha menjiplak gaya kepemimpinan seseorang, maka ia tidak akan lebih baik dari orang yang dijiplaknya , lebih buruk pasti ! Just find your voice, itu kalimat yang disampaikan oleh seorang ahli kepemimpinan dalam bukunya.
Ya, kita memang punya idola atau figur yang kita banggakan. Tapi tidak dengan semerta-merta kita menjiplak mereka 100%. Manusia itu unik, tidak ada orang yang sama persis dengan orang lain sekalipun ia anak kembar ! Begitu juga dengan gaya kepemimpinan. Jangan sampai kita menjiplak gaya orang lain. Kita harus sadar bahwa kita juga punya ciri khas tersendiri. Kita punya watak dan karateristik yang dikenali oleh komunitas kita. Jangan sampai kita membohongi mereka dengan menjiplak gaya orang lain. Karena apa ? Karena orang yang kita pimpin akan merasa asing dengan kita jika kita tidak menjadi diri kita sendiri. Tidak percaya ? Coba ketika anda sedang memimpin rapat, anda pakai gaya Soekarno yang berapi-api secara sama persis dihadapan para anak buah anda. Saya berani bertaruh bahwa mereka akan mengernyitkan kening mereka. Dalam hati mungkin mereka berkata “ ini bos saya kenapa ya?”
Pertahankan ciri khas anda. This is the important rules ! Bolehlah jika kita punya idola dan ingin menjadi seperti dia. Tapi coba kita ingat konsep amati, tiru dan modifikasi? Ketika kita melihat ada gaya kepemimpinan yang bagus yang dimiliki oleh seseorang, jadikan ia sebagai bahan referensi. Jika kita mau mengambil gaya kepemimpinan itu, raciklah dengan gaya kita sendiri. Have your own style ! Jangan membohongi diri anda dan orang disekitar anda dengan mencoba-coba menjadi orang lain.
Yap ! sekali lagi saya memberikan saran kepada anda. Temukan gaya kepemimpinan anda dan pertahankan ciri khas anda! JUST FIND YOUR VOICE AND SING IT LOUDLY !
Author :
Dean Apriana Ramadhan
+62 856 8484 487
www.ukirankatakatadean.wordpress.com
Wakil Ketua BEM FMIPA IPB “ksatria pembaharu”
2009/2010
Give me feedback
Posted by: ukirankatakatadean on: Mei 16, 2009
Beberapa kali sering kita dapati acara yang berjalan tidak sesuai dengan jadwalnya. Contoh konkritnya mungkin adalah rapat-rapat yang kita selenggarakan di organisasi kita. Atau pun acara-acara pertandingan olahraga dalam kepanitiaan kita. Seperti kemarin misalnya ketika saya berkesempatan untuk hadir dalam acara yang diadakan oleh sebuah lembaga. Saya sangat senang jika ikut dalam acara yang diadakan oleh lembaga tersebut. Kenapa ? jawabannya simpel, yaitu karena acaranya sesuai dengan jadwal yang tertulis, kalaupun ada perubahan, panitia akan segera memberitahukannya kepada semua peserta. Ada sebuah kejadian menarik. Saat itu ketika acara apel pagi yang di jadwal pada pukul 05.30 WIB. Kami para peserta banyak yang terlambat datang ke lapangan apel. Maklumlah karena memang acara hari sebelumnya padat dan baru selesai pukul 23.30 WIB ditambah kita juga harus bangun lagi pukul 04.00 untuk shalat malam dilanjut dengan shalat subuh.
Sebagian peserta datang telat. Alhasil, kami mendapat teguran yang sangat keras dari Pembina kami. Beliau berkata seperti ini “ Saya sangat menyayangkan anda bisa datang telat ke acara ini, padahal sudah menjadi kebiasaan kita bahwa kita harus datang tepat waktu. Saya dapat menarik kesimpulan bahwa ternyata paradigm kita tidaklah sama. Paradigma yang ada di pikiran saya adalah, jika acara dijadwalkan pada pukul 05.30 berarti kita sudah harus hadir dan siap di lokasi acara maksimal 5 menit sebelum acara sehingga acara benar-benar bisa terlaksana pada pukul 05.30 tepat ! Ingat, benar-benar mulai pukul 05.30, bukan baru datang atau berkumpul pada pukul 05.30. Sehingga dengan pola pikir manajemen yang sehat kita bisa berpikir dan melakukan persiapan jauh sebelum jadwal acara tersebut mulai. Saya berpikir bahwa kebiasaan inilah yang membuat bangsa kita tidak maju-maju. Jika dalam urusan waktu saja kita tidak komitmen, bagaimana jika kita sudah memimpin bangsa ini? Maka patut kita pertanyakan kemampuan kita untuk merubah bangsa ini di kala kita tidak mampu komitmen dengan waktu. Ini sangat parah. Saya sangat ingatkan kepada anda semua. Bahwa mulai saat ini kita harus menyamakan paradigm kita tentang ketepatan waktu. Jangan meremehkan ketepatan waktu.Karena banyak hal menjadi tidak berguna dan tidak bermakna karena dimulai dengan ketidakkomitmen kita akan waktu”.
Mendengar perkataan Pembina saya itu, saya langsung memikirkan suatu hal. Ternyata ini yang membuat kegiatan kita di kampus jadi kehilangan feel-nya. Sering kita mengadakan rapat jam 19.00 tapi dalam kenyataannya jam 19.00 baru kumpul di tempat rapat. Atau yang lebih parah lagi, sering dalam pikiran kita “ya udah lah, kan rapatnya jam 7 malam, palingan ngaret. Mulainya paling jam setengah delapan”. Naaaah… ini yang parah. Coba bayangkan kalau semua peserta rapat berpikiran seperti itu. Maka akan kacaulah semua agenda rapat. Rapat akan menghasilkan (atau malah tidak menghasilkan apa-apa selain buang-buang waktu?) keputusan yang tidak bermakna dan tidak efektif. Kalau hasil rapatnya saja seperti itu, kita bisa prediksikan bahwa acara yang sedang kita rapatkan itu akhir-akhirnya akan “ngaret” juga pelaksanaannya, atau apapun itu, intinya acara yang kita selenggarakan jadi kurang dalam pelaksanaannya.
Untuk itu, saya mengajak teman-teman semua untuk merubah paradigm kita tentang ketepatan waktu. Yuk sama-sama kita berupaya untuk selalu on-time . Gunakan manajemen yang sehat. Misal, kalau rapat mulai jam 19.00, maka kita harus sudah memperhitungkan waktu kapan kita makan, mandi, dan berangkat dari kostan. Sehingga kita bisa datang maksimal 10 menit sebelum pukul 19.00 di tempat rapat. Hasilnya ? rapat akan mulai tepat waktu yaitu pukul 19.00 dan Insya Allah akan menghasilkan keputusan yang bermakna.
What next ? Bagaimana kita memulai itu semua? Jawabannya hanya satu. Yaitu mari kita mulai dari diri kita sendiri. Just try it !
Give me ur feedback
Dean Apriana Ramadhan
Departemen Ilmu Komputer/FMIPA IPB/2007
0856 8484 487
www.ukirankatakatadean.wordpress.com
Wakil Ketua Bem FMIPA “ksatria pembaharu”
2009/2010
Posted by: ukirankatakatadean on: Mei 16, 2009
Masa Perkenalan Fakultas atau yang lebih sering disingkat dengan MPF memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Event ini merupakan sebuah event yang rasanya sangat sayang untuk dilewatkan. Sebuah event yang mirip dengan kegiatan “peletakan batu pertama” yang memberikan kesan dan gambaran awal tentang fakultas MIPA di hati adik-adik kita angkatan 45.
G-FORCE adalah merek dagang dari MPF FMIPA. Walaupun agak mirip-mirip dengan nama dagang sebuah graphic card untuk computer, menurut saya nama ini cukup keren dibanding dengan nama MPF-MPF lainnya di IPB. Sesuai dengan namanya yang sudah keren, maka sangat tidak afdhol jika acara ini tidak didesain untuk jadi acara yang keren. G-FORCE 45 ini harus bisa menjadi acara yang bermakna dan mampu memberikan kesan yang sangat baik di angkatan 45 yang akan masuk ke FMIPA.
Bagaimana dengan konsep acara yang ditawarkan? Sebagai gambaran umum, di MPF kali ini kita akan lebih mengedepankan aspek fun daripada aspek koersif. Dalam artian, peserta MPF akan mengikuti acara ini dikarenakan karena keinginan dirinya sendiri bukan paksaan dari pihak panitia (komdis). Merekalah (peserta MPF) yang membutuhkan MPF ini, bukan MPF yang membutuhkan mereka. Konsep acara akan dibuat sedemikian rupa sehingga acara MPF ini benar-benar acara yang menyenangkan.
Bagaimana caranya ?
Pertama, mungkin kita harus mendengar sendiri dari pihak angkatan 45 tentang masukannya untuk acara MPF ini. Lho kok gitu? Menurut saya ini penting. Karena apa ? Karena acara ini adalah acara milik angkatan 45. Uangnya berasal dari mereka. Kita tidak bisa mennyampingkan pendapat mereka. Dengan adanya jajak pendapat ini, diharapkan panitia dapat mengenali “dunia” angkatan 45 sebenarnya seperti apa. Sehingga, kita bisa mensinkronkan acara MPF ini dengan kemauan angkatan 45 dan kemauan kita sebagai panitia serta kemauan dekanat dengan tidak pernah sekalipun menghilangkan ciri khas dari FMIPA.
Hal berikutnya adalah penyelarasan penugasan dengan acara yang akan di buat. Jangan sampai acara yang telah kita buat gak nyambung dengan penugasan yang diberikan. Contoh yang akan diterapkan adalah penugasan tentang pembuatan “dream book”, penugasan ini bertujuan minimal angkatan 45 memiliki jalan yang terarah dalam hidupnya minimal selama di FMIPA. Bagaimana dengan follow up dari panitianya? Kita akan membuatkan acara workshop dengan mengundang tim MHMMD (Merangkai Hidup Dan Merencanakan Masa Depan) asuhan Ibu Marwah Daud Ibrahim yang menerangkan kepada mahasiswa bagaimana agar hidup ini lebih terarah. Dan ingat, ini workshop, jadi angkatan 45 akan mendapatkan modul-modul MHMMD sekaligus cara pengisiannya. Alternatif kedua? Kita akan mengundang pembicara untuk membicarakan soal proposal hidup.
Penugasan akan dibuat seminim mungkin agar tidak membuat kocek angkatan 45 harus terkuras habis untuk MPF. Oleh karena itu penugasan akan lebih dititik beratkan pada dinamika kelompok dan untuk bahan-bahan tugasnya akan digunakan bahan-bahan bekas yang mudah didapat contohnya kertas bekas fotokopi dan lain sebagainya
Acara berikutnya adalah Let’s Study Abroad. Diskusi dan Tanya jawab langsung dengan mahasiswa FMIPA yang pernah studi ke luar negeri. Tak lupa akan dijelaskan 5W 1H –nya secara general. Untuk memberikan rasa percaya diri, maka perlu diadakan acara yang mempertemukan alumni FMIPA yang telah sukses besar dalam hidupnya. Untuk itu, kita akan mengundang alumni FMIPA untuk sharing dan berbagi pengalaman dengan angkatan 45
Bagaimana dengan pengenalan kelembagaan mahasiswa? Baik dari dekanat sampai himpro? Acara ini wajib ada. Tapi akan dikemas menjadi dialog interaktif yang menyatukan semua kelembagaan sehingga diperoleh kesan bahwa dari struktur dekanat sampai himpro pun adalah sebuah kesatuan yaitu sebuah keluarga besar FMIPA sehingga angkatan 45 akan lebih terpacu untuk aktif di kelembagaan mahasiswa. Tujuannya adalah agar kelembagaan di FMIPA terlihat bergerak lebih padu dengan dasar kekeluargaan, bukan atas dasar garis instruksi saja. Dan akan ditampilkan juga mahasiswa-mahasiswa FMIPA yang punya prestasi di bidang entrepreneur, akademik maupun organisasi.
Tak lupa untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dari mahasiswa FMIPA, maka akan diadakan sebuah acara “leadership training” yang akan di isi oleh Arief Munandar yang merupakan seorang trainer dan juga manajer program dari Program Pembinaan SDM Strategis Nurul Fikri.
Untuk hiburan, beberapa penampilan akustik dari departeman rasanya harus disertakan untuk mengusir kebosanan serta untuk memberikan kesan “wah departemen saya eksis dibidang seni” di angkatan 45.
Well, thats all of my concept. Mari satukan hati dan jiwa untuk MPF FMIPA yang lebih punya “taste”. FMIPA !! Satu Jiwa FMIPA JAYA !!
Posted by: ukirankatakatadean on: Mei 16, 2009
Beberapa hari ini, saya menyaksikan beberapa fenomena menarik. Fenomena yang berkaitan dengan bagaimana orang-orang bisa mengikuti apa yang anda instruksikan tanpa anda harus bicara. Ketika saya berada di asrama yang saat itu ada pemilihan presma (presiden asrama), saya mengamati sebuah kejadian. Pada saat pemilihan presma tersebut, nama-nama yang diajukan adalah orang-orang yang cendrung memiliki kemampuan untuk memimpin masyarakat di kampus. Ya, dalam artian mereka sudah memiliki pengalaman dan banyak karya di kampus. Tapi hasil pemilihan berkata lain, dari sejumlah calon yang ada, tiba-tiba saja terpilih satu orang yang sebelumnya tidak terpikir sama sekali untuk menjadi presma. Seakan-akan semua penghuni asrama sepakat jika beliau saja yang memimpin. Saya pun dapat menarik kesimpulan. Ternyata, teman saya itu (yang akhirnya jadi presma) adalah orang yang kontribusinya baik di asrama, khususnya di bidang community development. Teman saya ini bekerja hampir sendirian dalam bidang itu. Teman saya ini tidak pernah menyatakan bahwa ia ingin mencalonkan diri jadi seorang presma, akan tetapi karena kontribusinya sangat tinggi di asrama, maka seluruh penghuni asrama pun sepakat untuk memilih beliau. Tanpa ada perdebatan terlebih dahulu mengenai beliau.
Ini teori yang akhirnya saya peroleh dari fenomena tersebut. Yaitu campaign with contribution. Saya mendefinisikannya adalah kampanye yang secara tidak sadar kita lakukan dengan kontribusi-kontribusi kita di lingkungan para pemilih kita. Kita mungkin lupa bahwa ternyata orang-orang yang ada di lingkungan kita adalah orang-orang yang tidak bodoh. Mereka bukanlah orang yang tidak melihat track record kita. Secara tidak sadar, mereka mengamati setiap langkah-langkah kita, setiap gerak-gerik kita dan apa yang kita lakukan untuk lingkungan mereka. Mereka membuat penilaian layak atau tidaknya kita dengan indikator sederhana, yaitu kontribusi apa yang telah kita lakukan untuk mereka. Ya, semudah itu.
Jika kita tarik lebih jauh lagi ke pemilu legislatif. Ada banyak caleg-caleg kita yang gagal menang di daerahnya sendiri. Ini ironis. Di daerah lingkungan sekitar saja kita tidak dikenal. Ini membuktikan sekali lagi bahwa masyarakat itu tidak bodoh. Mereka tidak akan mau memilih pemimpin yang mereka saja tidak merasakan getaran kontribusi apa pun. Sayangnya, para caleg kita terlambat mengetahui hal ini. Sebagai strategi, mereka akhirnya mencekoki lingkungan mereka dengan kontribusi-kontribusi yang instan. Sebut saja dengan pembagian sembako, kaos, ataupun atribut-atribut lainnya. Lagi-lagi mereka lupa bahwa sesuatu yang instan tidaklah efektif dalam menyelesaikan masalah. Pada akhirnya pun masyarakat tahu siapa yang harus mereka pilih.
Begitu juga dengan daerah pemilihan. Jika kita telah mendapat daerah pemilihan, maka jangan sekali-sekali melupakan daerah tersebut. Jangan kita asyik berkontribusi di tempat lain tapi melupakan daerah lingkungan sekitar kita sendiri. Akibatnya ? fatal. Kita tidak dapat suara di tempat kita sendiri.
Saya coba tarik lagi ke pemilihan presiden. Saya memprediksi bahwa presiden yang akan terpilih nanti adalah sosok yang mampu memberikan kontribusi yang nyata selama ini. Bukan orang yang hanya obral janji-janji tanpa membuat aksi. Bukan orang yang terus mengkaji masalah tanpa merumuskan solusi dan menuangkan solusinya dalam sebuah bentuk kegiatan yang nyata.
Jadi? Apa yang harus kita lakukan agar bisa menjadi pemimpin yang dipercayai dan dicintai oleh rakyat ? Jawabannya sekali lagi sangat mudah, yaitu berkontribusilah dari sekarang dan bersabarlah. Suatu saat kesempatan itu akan datang tanpa kita minta. Dan katakanlah, “ Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. At-Taubah : 105)
Give me ur feedback
Dean Apriana Ramadhan
Departemen Ilmu Komputer/FMIPA IPB/2007
0856 8484 487
www.ukirankatakatadean.wordpress.com
Wakil Ketua Bem FMIPA “ksatria pembaharu”
2009/2010
Posted by: ukirankatakatadean on: Maret 18, 2009
<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Zaman yang semakin berkembang, menuntut kita untuk lebih efisien dalam mengelola sumber daya. Baik itu sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia. Di era ini, maju tidaknya suatu negara ditentukan oleh maju tidaknya industri dalam negara tersebut.
Mereka lebih maju
Sekarang mari kita lihat fakta yang tercecer di lapangan. Negara-negara non muslim mampu bangkit dari keterpurukan dengan cara membangun industri. Contohnya Jepang dan Jerman. Kedua negara tersebut luluh lantah 70 tahun yang lalu. Tapi lihat bagaimana perkembangan mereka sekarang ? Mereka menjadi pemain utama dalam perekonomian dunia. Mereka mampu bangkit from zero to hero. Lebih mengejutkan lagi,t ernyata kedua negara tersebut tidak memiliki sumberdaya alam yang memadai. Jepang bangkit dengan industri-industri mobil, sepeda motor, barang elektronik dan industri pariwisatanya.
Bagaimana dengan negara muslim ?
Tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa negara muslim yang termasuk negara kaya di dunia. Tapi, secara general kita bisa melihat bahwa sebagian besar negara muslim di dunia kaya karena sumber daya alamnya yang melimpah bukan karena industrinya yang maju. Iran, Irak, Arab Saudi, kuwait, maupun Indonesia tak diragukan lagipersediaan minyak mentah dan barang-barang tambangnya. Tak terhitung pula sumberdaya kelautannya.
Kita mampu menarik kesimpulan bahwa sebagian besar negara muslim menjadi kaya karena menjual barang mentah atau bahan baku. Kita masih terlalu jauh untuk bisa mengolah sumber daya alam yang kita miliki menjadi barang yang lebih memiliki nilai jual lebih. Tidakkah pernah kita sadari seandainya Allah mencabut nikmat itu semua? Tak bisa dibayangkan ketika semua sumber daya alam itu habis kita eksploitasi. Apa lagi yang bisa kita lakukan ?
Sebagai contoh, kita bisa melihat Arab Saudi sebagai negara kaya di dunia karena minyaknya yang melimpah. Tapi kita sangat menyayangkan bahwa Arab Saudi pun tidak memiliki basis industri yang kuat. Hal ini pula yang mengakibatkan negara tersebut tidak dianggap sebagai negara yang powerfull seperti Amerika Serikat. Kita tidak bisa membayangkan ketika minyak di Arab Saudi habis. Akan menjadi apa negara tersebut. Begitu juga dengan negara muslim lainnya.
Kita harus membangun industri.
Apa yang harus kita lakukan adalah mulai belajar untuk menyadari bahwa kita butuh untuk menjadi sebuah negara industri yang maju. Hal ini bisa kita artikan bahwa dengan menjadi sebuah negar a industri, minimal kita mengurangi ketergantungan kita terhadap negara lain. Kita bisa mengurangi ekspor bahan baku dan menggantinya dengan barang jadi yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Dengan membangun industri, kita juga dapat membentengi diri kita dengan serbuan barang-barang luar negeri yang masuk ke dalam negeri. Kita juga bisa meningkatkan angka kesejahteraan umat muslim dengan menurunkan angka pengangguran. Lebih jauh lagi, dengan menjadi negara industri, negara-negara muslim bisa menjadi pemain utama dalam perekonomian dunia bahkan sampai peta politik dunia. Kita bisa menghancurkan kedigdayaan negara-negara barat. Dan mimpi bahwa negara barat akan menggantungkan dirinya pada negara muslim akan menjadi kenyataan.
Posted by: ukirankatakatadean on: Maret 18, 2009
<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Tak bisa dipungkiri bahwa zaman terus berubah. Peradaban makin maju. Teknologi berkembang dengan sangat pesat. Sekarang, orang dengan mudah berkomunikasi satu sama lain hanya dalam hitungan detik walaupun dipisahkan ratusan kilometer jauhnya. Manusia semakin bisa mengeksplorasi berbagai macam ilmu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Perubahan kepemimpinan
Sejarah mencatat kegemilangan kepemimpinan Islam berabad-abad yang lalu. Dimulai dengan kepemimpinan Muhammad SAW yang mampu merubah Bangsa Arab yang begitu tertinggal menjadi bangsa yang berpengaruh di dunia hanya dalam hitungan 23 tahun. Pilar-pilar kejayaan Islam kokoh berdiri pada saat itu. Tak berhenti sampai di situ, Kejayaan Islam terus berlanjut dibawah bendera kepemimpinan para sahabat Rasulullah SAW. Islam mampu berdiri megah di Andalusia, Irak, Iran, Ethiopia maupun negara Timur Tengah yang lain. Pada era itu, Islam mampu menjadi rujukan bagi semua bangsa. Kekayaan ilmu pengetahuanyang dimiliki oleh para cendekiawan dan ilmuwan muslim pada saat itu menarik perhatian bangsa lain untuk mempelajarinya.
Tapi apa yang terjadi sekarang. Pertama-tama, kita harus mencoba untuk open mind bahwa zaman sekarang sangat langka sekali pemimpin negara Islam yang mampu berbuat seperti Abu Bakar, Umar, Usman maupun Ali. Ataupun seperti Abdul Aziz yang mampu membuat negaranya sampai kebingungan daam penyaluran zakat karena semua rakyatnya sudah hidup pada tingkat kesejahteraan yang mapan. Sepertinya, seiring dengan berjalannya waktu, ada sebuah tongkat estafet tentang kepemimpinan yang hilang. Tongkat tersebut gagal sampai ke generasi berikutnya. Kita melihat bahwa kepemimpinan Barat lebih maju daripada kepemimpinan negara-negara Islam. Objektif. Kita bisa bandingkan berapa banyak negara Islam yang berpengaruh di dunia dengan negara Barat. Lebih Empiris lagi, kita bandingkan tingkat kesejahteraan ummat Muslim dibandingkan dengan Bangsa Barat. Timpang. Negara Barat memiliki industri yang maju, manajemen pemerintahan yang baik (good governance), manajemen sumber daya yang baik dan yang terpenting, mereka mempunyai tingkat pendidikan yang baik. Sebaliknya dengan negara muslim. Kemiskinan merajalela, para pemimpinnya (padahal mereka muslim) masih memakan uang rakyatnya sendiri, dan tingkat pendidikan yang rendah. Belum satupun negara muslim di dunia yang mempunyai basis industri yang maju.
Tertinggal jauh
Mengapa kepemimpinan kita sekarang tertinggal jauh dengan kepemimpinan barat? Ada yang unik disini. Bangsa Barat ternyata lebih menyadari bahwa ada satu tipe kepemimpinan yang mampu merubah mereka menjadi lebih maju. Yaitu kepemimpinan yang profetik.Profetik, berasal dari kata prophet yang berarti nabi. Bangsa barat ternyata mampu mengadaptasi kepemimpinan Rasulullah SAW ke dalam pemerintahannya. Good managerial, strong leadership, good regeneration dan best spiritual capital yang dimiliki oleh Rasullullah SAW mampu mereka integrasikan kedalam jiwa pemimpin mereka. Dan fakta membuktikan bahwa sampai saat ini pun Bangsa Barat mengakui kepemimpinan Rasullullah SAW walaupun mereka secara habis-habisan mencari cara untuk menghancurkan Islam.
Bagaimana dengan negara muslim ? Kita terlambat menyadari hal tersebut. Kita seakan lupa untuk meneladani Rasulullah SAW. Kita terlalu gegabah dalam memilih pemimpin. Kita tertinggal jauh dalam hal regenerasi pemimpin. Dangkal dalam mempersiapkan seorang pemimpin dan senantiasa berkutat dengan pemikiran jangka pendek dalam hal ini tidak visioner. Tidakkah kita menyadari bahwa selama masa kenabiannya, Nabi Muhammad SAW senantiasa menyiapkan para penggantinya? Beliau selalu menanamkan kepemimpinan yang profetik kepada para sahabatnya. Fakta membuktikan bahwa sahabat-sahabat Beliau mampu mengemban amanah suci sebagai pemimpin dengan sangat-sangat baik.
Inilah yang harus kita bangun sekarang. Next Generation Leadership. Yaitu kepemimpinan yang profetik. Berdasarkan pemikiran bahwa seorang pemimpin itu diciptakan, maka kita harus menerapkan Good managerial, strong leadership, good regeneration dan best spiritual capital yang dimiliki oleh Rasullullah SAW kedalam jiwa-jiwa pemimpin masa depan kita. Tidak hanya itu, pemimpin masa depan kita harus tahu perkembangan teknologi dan situasi politik, ekonomi serta keamanan global. Kita harus mempersiapkan pemimpin yang memiliki kesufian dalam dirinya. Mampu bertindak membela yang benar dan membungkam yang salah. Al-Qur’an dan Al-hadits menjadi pedoman nomor satu dalam setiap pengambilan keputusan. Tak lupa, seorang pemimpin masa depan harus objektif, open mind dan rendah hati dalam mengakui kekurangannya dan senantiasa memperbaikinya. Next Leader kita harus dibekali pula dengan teori-teori kepemimpinan kontemporer bangsa barat. Mampu memilah-milahnya dan tepat dalam penerapannya.
Kita teringat pada perkataan Rasulullah bahwa suatu saat Islam akan berjaya kembali di dunia ini. Dan kita pasti yakin bahwa masa itu akan datang. Tinggal bagaimana kita mempersiapkannya.
Posted by: ukirankatakatadean on: Januari 8, 2009
ASlm….
Alhamdulillah bisa nulis lagi…
udah hampir setahun gak nulis…rasanya blog ini cuma jadi penyemarak dunia internet ajah…kagak ada kontribusinya sama sekali…hehe..
okeh…sekitar 2 hari yang lalu, saya mendapat teguran dari Allah.
apa itu ?
ternyata adalah SAKIT GIGI !!
seumur2 saya jarang banget sakit gigi, tapi kenapa pas hari itu gigi geraham kanan bawah saya jadi nyut-nyutan gini ?? padahal gigi sama ga ada yang bolong.. mana ditambah pake demam segala lagi….
wah…
repoooooooot..
ya udah, akhirnya pasang style nganga di depan kaca (untung kacanya gak marah ^^) trus mencari-cari hal apa yang bikin ni gigi kok jadi sakit buanget…
dipencet-pencet…
lho kok ? gusinya lembek2 gitu…
ALA MAKJANG !! nyeri pula….
Trus diliat lebih cermat lagi…
Oh tidak, ada sebuah gigi mungil muncul dari balik gusi saya……
trus kan bingung yah… kok udah segede bagong gini (19thn) masih numbuh gigi…
yaudah, mulai cari2 informasi…
dan jawabannya didapet dari temen saya yang sms…
“sakit gigi yan ? hmmm gak bolong ? berarti lagi numbuh gigi geraham yang terakhir yaa ?? nikmatin aja yan. paling pusing, demam plus nyeri gila-gila2n”
okeh…
trus sms dari dia lagi…
“oh iya, nikmatin aja.. masih ada 3 demam lagi.. yang numbuh baru 1 kan ? hehe..”
WADUH …
dan ternyata emang benerrrrrrrrr……………..
malem harinya…..
seisi asrama gempar dengan teriakan-teriakan aneh dari kamar saya…
parah dah…. sakit banget…kaga bisa tidur ampe jam 4 pagi…. padahal udah minum 2 butir paracetamol @500gr..
gak mempan juga…
ya sudah lah,,,
dinikmatin aja…
walhasil….
makanan saya beberapa hari kebelakang adalah….
- bubur kacang ijo
- indomie yang dimasak agak lembek.
-bubur ayam
dan kalau ditilik-tilik semuanya dimakan dengan cara TIDAK PAKAI DIKUNYAH !! JADI LANGSUNG TELEN… !
KEBAYANG gak sih ?? lapernya jadi gila2an..
hoho…
^^
Posted by: ukirankatakatadean on: Januari 8, 2009
hahaha…
maap2 pada menunggu lama,
mulai hari ini, blog ini akan aktif kembali setelah sekian lama semedi mencari ilham.. (parah tuh si ilham, kagak ketemu2 ^^)
hehe…………
keep posting everybody………!!!!!!
Posted by: ukirankatakatadean on: Agustus 12, 2008
lagi dalam proses upgrade nih….
Posted by: ukirankatakatadean on: Februari 11, 2008
Aku belajar banyak dari hal ini…..
Yeaaaaaaaah……….Assalamualaikum Wr. Wb…
Akhirnya nulis lagi…..hmm…sebagai info tambahan(walaupun gak penting) tulisan ini saya buat sambil dengerin lagunya Laruku, Dive To Blue yang notabene saya gak tau pisan artinya…Ah…melodi lagunya bagus seeeh…Sambil tiduran di atas kasur tercinta di rumah..hohoho betapa nikmatnya.,.
Inspirasi tulisan ini ??? gara2 kemaren saya udah gak bisa nahan hasrat buat maen basket…wah ampe panas dingin badan ini nahan2 keinginan buat basket…akhirnya saya latihan basket di sekolah tercinta SMANSA DEPOK bareng ma adek2 kelas yang latihan juga. Huaaahh… saya paling tua sendirian. Bujut…. Udah anak kuliahan maennya ma anak sma…ah… sabodo teuing..saya udah terlanjur cinta banget ma sekolah saya, apa lagi ma ekskul basket yang dulunya saya jadi wakil ketua. HMm… ternyata pelatih barunya blon ngelatih hari itu…jadi yang ngelatih hari ntu si mudja sama si einstein (bukan ilmuwan !!) yang udah kelas 3sma.mereka masih nyempetin diri buat ngelatih adek2nya..padahal beberapa bulan lagi Ujian Nasional, mana 6 pelajaran !! but, ini hal yang saya salutin dari mereka….Ketika yang laen udah pada egois, pada ngejar impiannya masing2 dengan belajar keras buat ngadepin uan ma spmb, mereka masih sempet ngasih perhatian buat adek2 kelasnya…wah… salut deh…
Selesai latian basket, saya ngobrol2 ma adek2 klas.. Yap !! salah satu kelebihan yang gak dipunyain ama temen2 saya yang lain(yang seangkatan) adalah saya deket ma adek kelas,, jadi, kalo anda sempet2 maen ke smansa depok bareng saya, pasti adek2 kelas saya yang anak basket, pada manggil saya dengan sebutan ‘dean’.langsung manggil nama gak pake embel2 ‘bang’ atao ‘kak’. Mereka ngerasa saya bukan seorang yang gimana gitu…. Mereka nganggep saya temen yang akrab. Sementara kalo mereka manggil temen2 saya yang seangkatan ma saya pasti pake sebutan ‘bang’ atao ‘kak’.Gak ada gep diantara saya ma adek2 kelas saya…. Dan saya cukup senang bisa akrab ma mereka..gak ada rasa canggung ketika mereka ngobrol ma saya…lepas aja gitu… ah.. pokoknya mantep dah. Malah saya heran kalo ada yang manggil dengan sebutan kak ato bang…Cuma segelintir orang yang manggil saya begitu haahaha..
Saya ngobrolin tentang masalah2 yang ada di ekskul ini. Sampai akhirnya ke masalah konsistensi anak2 buat pada latihan basket yang udah menurun sama anak2 kelas 2 dan kelas 1 nya yang belum bisa begitu nyatu…beda banget ma angkatan saya yang bisa ngelebur ke mana aja….yah… perbedaan itu kan biasa yan.
Okeh… inilah inti tulisan saya kali ini… Ketika adek kelas saya yang namanya adit (kelas 2) balik bareng ma saya karena rumahnya searah ma rumah saya… si adit ngomong ke saya “ yan, anak2 gw(kelas 2) pada kurang nyatu nih ma anak kelas 1, trus kayaknya semangat juang mereka juga kurang banget,” begitu kira2 (dengan sedikit peng’edit’an) saya ceritain aja pengalaman saya…yang buat saya begitu berharga dan membuat saya bersyukur sekali bisa masuk ekskul basket ini..
Pas saya kelas 1 ada kakak kelas saya yang jadi ketua basket waktu itu, namanya mamang, sekarang anak ITB. Nah, si mamang ini bujut dah, kayak preman pisan tampangnya. Beneran dah, preman banget, saya aja waktu ngeliatnya pertama kali langsung ada kesan angker. Mana pas MOPD (ospek SMA) dia jadi seksi keamanan yang kerjanya ngomelin + ngasih tekanan mental ke anak2 kelas 1. Serem bgt !!..
Nah, saya ini, pas masih kelas 1 Cuma jadi orang yang terpinggirkan dari tim utama basket..bahkan masuk tim B pun tidak… pokoknya underdog banget deh.. pas latian kegiatan saya yang paling banyak lakuin adalah menonton anak2 pada nge’game’. Saya jarang sekali maen ma mereka. Paling kalo ngegame saya cuman maen ma tim cewek yang notabene kekurangan orang. Sumpah !! skill saya waktu itu pas2an banget…PAS2an banget…… pernah ada kesan kalo saya dateng latihan Cuma jadi penyemarak ajah, Cuma jadi anak gawang, gak diperhatiin ma pelatih…
Sampai akhirnya….
Ada turnamen basket….nah, udah bisa ditebak saya gak masuk tim yang ikut turnamen. Ceritanya ada 2 tim yang ikut… TIM A yang isinya all-star semua dan TIM B yang jadi secondary teamnya..
Ada sesuatu yang mencengangkan di saat pembagian tim ini. MAMANG yang notabene kelas 3 trus ketua basket malah gak dimasukin ma pelatih gw ke tim A. padahal skillnya mamang mumpuni banget.. lagian dia kan ketua basket. Udah kelas 3, masak gak masuk tim inti? Gak masuk tim A. malah ma pelatih saya dimasukin ke tim B yang isinya beberapa anak kelas 2 ma kelas 1 angkatan saya.. Bujut, gw mah kalo jadi mamang pasti protes, Wong dikit lagi lulus, masak gak dikasih kehormatan buat masuk tim A. Tapi tau gak yang diomongin mamang waktu di tanya ma pelatih gw “ gak pa pa kan mang” dengan penuh semangat mamang menjawab “ SIP Poy !!” (nama pelatih basket gw dulu IPOY) tanpa beban, lepas aja gitu… gak ada rasa kesel ato apa…
Pas latihan, saya ikut, saya ngeliatin proses latian ni 2 tim. Gw bner gak tau apa jalan pikiran pelatih gw yang naro mamang di tim b. padahal di tim a itu ada yang lebih baik main di tim b. pokoknya mamang lebih pantes masuk tim a dari pada ni orang. TErnyata…ada semacam hidden message yang pengen disampein pelatih gw buat anak2. YAP, yaitu kepribadiannya MAMANG…
Bener dah… mamang emang keren banget.. ! semangatnya !! yah… semangatnya…! Mamang begitu rendah hati, ikhlas masuk tim b. malah bisa berbaur ma anak2 kelas 2 ma kelas 1 nya. Begitu gigih….begitu semangat buat latian padahal anggota tim b yang lain mulai jenuh… mamang nyemangatin kita semua !! agresif waktu ngegame..cekatan..lincah…semangat..powerfull…kayak lagi turnamen aja…padahal itu lagi latian… mamang selalu ngasih semangat buat anggota timnya. Waktu lagi nge game..mamang teriak2 dengan penuh tenaga dan lantang…ngasih instruksi buat rekan 1 timnya “CEK !! CEK !! MAN TO MAN MARKING WOY !!! INGET… JANGAN SAMPE LEPAS !!, “ PASSING !! PASSING, PERCAYA MA TEMEN LO !! ketika yang lain udah pada lelah…Mamang tetep ngejar bola kesana sini…ngejalanin tugasnya di lapangan dengan semangat juang yang wah…keren banget,ngejalanin game dengan TOTAL, semua kemampuan yang di punyainnya dikeluarin semua… Semangat juangnya menggebu-gebu padahal dia ada di tim b,mamang teriak lantang banget pas yang laen udah pada gak konsen maen ‘ WWWWWWWWWOOOOOOOOOOOYY AYOO DONK… LW PADA MAO MENANG GAK SEEEH ?” selalu tepuk tangan di lapangan ketika rekan satu timnya gagal bikin poin sambil nyemangatin “ UDEH2 GAK PA PA !! SEKARANG BALIK DEFENSE !!” sambil tos ma rekan 1 timnya.. GILA, sesosok mamang bisa bikin rekan 1 timnya bangkit semangat !! bisa bikin rekan 1 timnya buat maen TOTAL…!! Bisa bikin lelah rekan 1 timnya berubah jadi tenaga yang dahsyat.. keren banget.. bisa bikin rekan 1 timnya nyatu…padahal anggotanya kelas 1,2, dan dia sendiri kelas 3..dan bisa ngebuat tim b imbang ma tim a
WAhh.. gw bersyukur banget bisa masuk basket,, bisa ngeliat orang yang dahsyat banget… gw banyak belajar dari mamang..gw yang udah ngerasa pengen keluar dari basket jadi nyadar…jadi semangat lagi…gw jadi ngerasa cemen banget, gw yang baru masuk sma, baru masuk basket, trus cuman gara2 gak diperhatiin plus jadi tim underdog yang notabene penyemarak aja masak langsung mau keluar ?, sedangkan mamang… yang udah kelas 3 begitu semangat, begitu ikhlas, begitu berjuang dengan gigih walaupun masuk tim b yang sebenernya jam terbang, skill, ma pengalaman mamang jauh diatas rekan 1 timnya. Orang sekaliber mamang yang ketua basket gak bersedih ato merasa terpinggirkan karena masuk tim b yang sebenernya dia lebih pantes masuk tim a, malah nunjukin kapasitansi dia sebagai seorang ketua yang mau ditempatin di mana aja, mau nyebur bersama anak2 buahnya. Malahan ngebangun timnya..
Gw bner2 bersyukur banget bisa masuk basket…setelah ngeliat kejadian ini, gw jadi semangat buat latian… gw gak peduli lagi mau ditaro dimana…yang penting gw harus latian keras !! ngebangun tim yang ada…dan sikapnya mamang udah memacu semangat angkatan gw buat semangat berlatih basket…kesan ‘basket butuh gue’ sekarang berubah jadi ‘gue butuh basket’ dan hasilnya…? Buat diri gw sendiri, gw akhirnya pas kelas 2 bisa masuk tim inti dan bisa jadi wakil ketua basket. Dan buat angkatan kepengurusan gw..tim gw bisa jadi juara 2 sejabodetabek..Alhamdulillah ya Allah…. ! Makasih banyak…udah ngasih jalan buat masuk basket…
Wassalamualaikum……………..
Komentar Terakhir